Jaringan area luas (bahasa
Inggris: Wide Area Network; WAN ) merupakan jaringan komputer yang mencakup
area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau
bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang
membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan
lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat
berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
Jaringan ini biasanya digunakan untuk jaringan antar kantor, baik kantor
pemerintahan maupun swasta.
Langkah-Langkah Membangun
Router, DNS Server, FTP Server, WebMail Server, Router Mikrotik
A. Membangun Router (Os Redhat)
1. Masuk sebagai root
2. Check ip dengan perintah
#vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
Kurang lebih tampil seperti dibawah ini :
Lakukan setting eth1 yang
hampir sama dengan eth0, dengan ip sesuai ketentuan.
#vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
3. Edit file resolv.conf
#vi /etc/resolv.conf
4. Restart network
#service network restart
5. Aktifkan IP forward
#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#vi /etc/sysctl.conf
Edit nilai net.ipv4.ip_forward yang awalnya 0 menjadi 1.
6. Setting firewall iptables
#route add default gw 10.10.10.1
#/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.0.0.0/8 -j MASQUERADE
#/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -s 10.0.0.0/8 -p tcp --dport 80 -j
REDIRECT --to-port 3128
#service iptables save
#chkconfig iptables on
7. Cek IP
#ping 202.110.101.2
#ping 10.10.10.1
B. Instalasi DNS dan Proxy Server (Os Debian 4)
Instalasi dan Konfigurasi DNS
1. Setting IP
Dalam suatu jaringan yang menggunakan protokol tcp/ip, seting NIC merupakan hal
yang penting karena dalam jaringan tersebut menggunakan 1 kelas ip sesuai
dengan aturan yang ada.
Lakukan konfigurasi di file interfaces
# vim /etc/network/interfaces
2. Lakukan pengecekan IP
Restart dulu network kita # /etc/init.d/network restart
Ping ip kita sendiri # ping 10.10.10.2
3. Mounting cdrom
Sebelum kita menggunakan cd kita untuk menginstal paket-paket yang dibutuhkan
lakukan Mountuing cdrom # apt-cdrom add
4. Instalasi dan Konfigurasi DNS Server
DNS Server adalah server yang digunakan untuk membuat sebuah dana domain (
domain name ), baik untuk untuk webserver, FTP server, dll. Nama domain dibuat
agar pengaksesan ke suatu server dapat dengan mudah dilakukan dengan
menggunakan sebuah nama yang mudah diingat, bukan dengan menggunakan nama IP
address yang berupa digit angka ataupun bisa sebaliknya.
Agar server yang dibangun bisa diakses dengan menggunakan nama domain dan ip
address, maka dibangun sebuah dns server. Berikut langkah langkahnya
Paket bind digunakan untuk konfigurasi DNS, untuk menambahkan domain dan
subdomain kita, Instalasi bind # apt-get install bind9
5. Konfigurasi file named.conf
Di file ini, tempat kita menambahkan domain, dengan cara penambahan zone
# vim /etc/bind/named.conf
6. Membuat file Zone
forward dan Zone Reverse
Terlebih dahulu copy file induk menjadi nama yang sesuai waktu konfigurasi
named
# cp db.local db.fw
# cp db.127 db.rv
7. Konfigurasi File zone forward
Lakukan konfigurasi sesuai dengan gambar dibawah ini
# vim db.fw
8. Konfigurasi File zone
reverse
Lakukan konfigurasi sesuai dengan gambar dibawah ini
# vim db.rv
9. Pengecekan Domain dan
subdomain
Selesai konfigurasi zone forward dan zone reverse, restart bind #
/etc/init.d/bind9 restart
Lalu lakukan pengecekan Domain dan subdomain # nslookup
Konfigurasi Proxy Debian 4
1. Instalasi Paket Squid
Paket yang dibutuhkan untuk membuat proxy adalah squid. Didalam DVD debian 4
sudah tersedia dengan squid 2.6. Untuk konfigurasi squid, ketik # vim
/etc/squid/squid.conf
Cari tulisan http_port 3128 tepatnya pada baris ke-73, kemudian tambahkan
transparent seperti pada gambar. Hal ini digunakan agar squid berjalan secara
transparan melalui port 3128.
Cari tulisan cache_mem 8 MB yaitu pada baris 771, hapus tanda pagar # dan ganti
dengan setengah memory pc. Misal 512.
Pada cache_dir ufs /var/cache/squid 100 16 256, hapus tanda pagar # dan angka
100 ganti dengan setengah hardisk. Misal 20000. Konfigurasi ini digunakan untuk
menyimpan cache. Agar ketika client membuka situs yang sama maka cache yang
tersimpan itulah yang akan diberikan ke client
Hapus tanda pagar # pada cache_log /var/log/squid/cache.log dan cache_store_log
/var/log/squid/store.log yaitu pada baris ke 1119 dan 1129. konfigurasi ini
untuk mengaktifkan cache log, artinya untuk melihat situs-situs apa yang
dikunjungi client
Pada bagian acl (access control list), buat nama jaringan dan network yang akan
menggunakan proxy. Misal menggunakan nama citrix1 maka, acl citrix1 src
10.0.0.0/8. acl artinya access control list. Src artinya sourch, 10.0.0.0/8
adalah network ip kita
Pada bagian INSERT YOUR OWN daftarkan nama jaringan yang telah dibuat. Masukkan
pada bagian http_access. Misal http_access allow citrix1. Maka proxy akan
berjalankan pada jaringan citrix2 dengan network 10.0.0.0/8
2. Setelah itu maka konfigurasi proxy telah selesai, simpan konfigurasi
tersebut dan buat swap directory squid dengan konsole squid –z. dan start proxy
dengan konsole /etc/init.d/squid start
3. Untuk melakukan konfigurasi untuk penge-blokan, web, situs, kata. Tambahkan
perintah dibawah ini, tapi dengan urut, karena linux membaca konsole secara
beraturan dari atas ke bawah.
acl kecuali dstdomain “/etc/squid/kecuali.txt”
acl bloksitus dstdomain “/etc/squid/bloksitus.txt”
acl blokkata url_regex –i “/etc/squid/blokkata.txt”
4. Lalu tambahkan konsole pada tag http_access, untuk acl blok yang akan dideny
atau diallow, untuk kecuali, harus diallow, karena berisi web khusus yang tidak
keblok. http_access allow kecuali
http_access deny bloksitus
http_access deny blokkata
5. Buat daftar web dan kata yang akan diblok pada directory /etc/squid. Seperti
pada konfigurasi squid, bahwa kecuali ditaruh pada /etc/squid/kecuali.txt maka
vi /etc/squid/kecuali.txt isikan situs-situs khusus yang anti diblok.
Buatlah file sesuai dengan printah yang kita gunakan pada Squid
Untuk blokkata #vi /etc/squid/blokkata.txt
Untuk bloksitus #vi /etc/squid/bloksitus.txt
Yang penting tempat dan nama file harus sama seperti pada konfigursi squid.
Setelah itu masukkan perintah squid –k reconfigure. Perintah ini dilakukan
setiap melakukan konfigurasi baru pada squid. Kemudian restart squid
menggunakan perintah /etc/init.d/squid restart.
Lakukan pengetesan pada internet explorer bahwa proxy kita sudah jalan ketik
pada search web (situs yang telah diblok kata)
6. Lakukan pengetesan pada
internet explorer bahwa proxy kita sudah jalan ketik pada url www.facebook.com
(situs yang telah diblok situs)
C. Membangun FTP (Os
Ubuntu 8.04 Server)
Konfigurasi Kartu Jaringan
Pertama mengkonfigurasi kartu jaringan. Langkah-langkahnya ialah sebagai berikut.
1) Seting NIC pada file /etc/network/interfaces. Tambahkan skrip dan simpan
dengan menekan tombol “Esc” ketik “ :wq “ sehingga tampak seperti berikut.
# vim /etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.10.10.3
netmask 255.0.0.0
network 10.0.0.0
broadcast 10.0.0.255
gateway 10.10.10.1
dns-nameservers 10.10.10.2
dns-search citrix1.com
2) Edit file /etc/hosts untuk mensetting hostname komputer.
# vim /etc/hosts
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
10.10.10.2 ftp1.citrix1.com ftp1
3) Selanjutnya edit resolver pada yang terletak pada /etc/resolv.conf. File ini
berfungsi layaknya DNS pada Windows.
# vim /etc/resolv.conf
search citrix1.com
nameservers 10.10.10.2
4) Restart konfigurasi jaringan yang telah dilakukan.
# /etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces... [ OK ]
5) Lakukan pengecekan terhadap kartu jaringan.
# ifconfig eth0
6) Lakukan ping terhadap eth0
# ping 10.10.10.3
PING 10.10.10.3 (10.10.10.3) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 10.10.10.3: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.161 ms
64 bytes from 10.10.10.3: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.120 ms
--- 10.10.10.3 ping statistics ---
2 packets transmitted, 2 received, 0% packet loss, time 999ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.120/0.140/0.161/0.023 ms
Membangun FTP Server
1) Install aplikasi FTP Server yakni vsftpd.
# apt-get install vsftpd
2) Edit file konfigurasi utama aplikasi FTP Server pada folder /etc. Cari skrip
yang sesuai seperti contoh, ubah sepeti contoh kemudian simpan. Sebelumnya
salin file vsftpd.conf yang asli, agar saat sistem FTP mengalami gangguan dapat
direstore ulang.
#cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.asli
# vim /etc/vsftpd.conf
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
local_umask=022
Berikut adalah fungsi konfigurasi FTP server pada vsftpd.conf
· listen_ipv6, apakah berjalan sebagai standalone dengan IPv6. Unlike the
listen parameter, vsftpd will listen on an IPv6 socket instead of an IPv4 one.
Berbeda dengan mendengarkan parameter, vsftpd akan mendengarkan pada soket IPv6
bukan salah satu yang IPv4. This parameter and the listen parameter are
mutually exclusive. Parameter ini dan parameter mendengarkan saling eksklusif.
Allowed values: Boolean ( YES/NO ) Allowed nilai: Boolean (YES / NO)
Default value: NO Nilai Default: NO
· 2 2
anonymous_enable , whether to allow anonymous FTP . Beware - this option is
turned on by default which might cause some security trouble. anonymous_enable,
apakah memungkinkan anonymous FTP -. Hati-hati opsi ini diaktifkan secara
default yang dapat menyebabkan beberapa masalah keamanan.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: YES Nilai Default: YES
· 3 3
local_enable , whether local logins are permitted . local_enable, apakah login
lokal diizinkan. If enabled, normal user accounts in /etc/passwd may be used to
log in. Jika diaktifkan, account pengguna normal dalam / etc / passwd dapat
digunakan untuk login
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 4 4
write_enable , whether to allow any FTP commands which change the file system
such as stor, dele, rnfr, rnto, mkd, rmd, appe and site write_enable, apakah
untuk mengizinkan semua perintah FTP yang mengubah sistem file seperti Stor,
DELE, rnfr, rnto, MKD, RMD, appe dan situs
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 5 5
anon_upload_enable , whether to allow the anonymous FTP user to upload files .
anon_upload_enable, apakah memungkinkan pengguna FTP untuk upload file. For
this to work, the option write_enable must be enabled, and the anonymous ftp
user must be given write permission on any desired upload location. Untuk
bekerja, pilihan write_enable harus diaktifkan, dan pengguna anonymous ftp
harus diberikan izin menulis pada setiap lokasi yang diinginkan upload.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 6 6
anon_mkdir_write_enable , whether you want the anonymous FTP user to be able to
create new directories . anon_mkdir_write_enable, apakah Anda ingin pengguna
FTP untuk dapat membuat direktori baru. Like above, write_enable must be
enabled. Seperti di atas, write_enable harus diaktifkan.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 7 7
dirmessage_enable , whether to activate directory messages - messages given to
remote users when they go into a certain directory . dirmessage_enable, apakah
untuk mengaktifkan direktori pesan - pesan yang diberikan kepada pengguna
remote ketika mereka pergi ke direktori tertentu.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO (in the sample configuration file, it is enabled) Nilai
Default: NO (pada file contoh konfigurasi, dimungkinkan)
· 8 8
xferlog_enable , whether to activate logging of uploads/downloads .
xferlog_enable, apakah akan mengaktifkan logging di upload / download. By
default, the log file will be placed at /var/log/vsftpd.log , but this location
may be overridden using the configuration setting vsftpd_log_file Secara
default, file log akan ditempatkan di / var / log / vsftpd.log, tetapi lokasi
ini bisa ditimpa dengan menggunakan setting konfigurasi vsftpd_log_file
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO (in the sample configuration file, it is enabled) Nilai
Default: NO (pada file contoh konfigurasi, dimungkinkan)
· 9 9
xferlog_std_format , whether to have your log file in standard ftpd xferlog
format . xferlog_std_format, apakah agar file log anda dalam format xferlog
ftpd standar.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 10 10
connect_from_port_20 , whether to make sure PORT transfer connections originate
from port 20 (ftp-data) . connect_from_port_20, apakah untuk memastikan koneksi
transfer PORT berasal dari port 20 (ftp-data).
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO (in the sample configuration file, it is enabled) Nilai
Default: NO (pada file contoh konfigurasi, dimungkinkan)
· 11 11
async_abor_enable , whether the server will recognize asynchronous ABOR
requests . async_abor_enable, apakah server akan mengenali permintaan Abor
asynchronous. Not recommended for security (the code is non-trivial). Tidak
dianjurkan untuk keamanan (kode non-trivial). Not enabling it, however, may
confuse older FTP clients. Tidak memungkinkan itu, bagaimanapun, dapat
membingungkan tua klien FTP.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 12 12
ascii_upload_enable and ascii_download_enable . ascii_upload_enable dan
ascii_download_enable. By default the server will pretend to allow ASCII mode
but in fact ignore the request. Secara default server akan berpura-pura untuk
memungkinkan modus ASCII tetapi sebenarnya mengabaikan permintaan. Turn on the
below options to have the server actually do ASCII mangling on files when in
ASCII mode. Hidupkan di bawah pilihan untuk memiliki server benar-benar
melakukan ASCII mangling pada file saat dalam mode ASCII. Beware that on some
FTP servers, ASCII support allows a denial of service attack (DoS) via the
command "SIZE /big/file" in ASCII mode. vsftpd predicted this attack
and has always been safe, reporting the size of the raw file. Hati-hati bahwa
pada beberapa server FTP, dukungan ASCII memungkinkan denial of service attack
(DoS) melalui "perintah / SIZE besar /" file dalam modus ASCII
serangan. Vsftpd ini diprediksi dan selalu aman, pelaporan ukuran file mentah.
ASCII mangling is a horrible feature of the protocol. mangling ASCII adalah
fitur mengerikan protokol.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 13 13
chown_uploads and chown_username . chown_uploads dan chown_username. If you
want, you can arrange for uploaded anonymous files to be owned by a different
user. Jika Anda ingin, Anda dapat mengatur file anonim upload ke dimiliki oleh
seorang pengguna yang berbeda. Note! Catatan! Using "root" for
uploaded files is not recommended! Menggunakan "root" untuk file yang
diupload tidak direkomendasikan!
Allowed values: chown_uploads is Boolean, chown_username is a username string
Allowed nilai: chown_uploads adalah Boolean, chown_username adalah string nama
pengguna
Default value: chown_uploads defaults to NO and chown_username defaults to
"root" Nilai Default: chown_uploads default ke default NO dan
chown_username untuk "root"
· 14 14
xferlog_file . xferlog_file. You may override where the log file goes if you
like. Anda dapat menimpa di mana file log berjalan jika Anda suka. The default
is shown below. default akan ditampilkan di bawah ini.
Allowed values: path string Allowed nilai: string path
Default value: {{green}/var/log/vsftpd.log}} Nilai default: {{hijau} / var /
log / vsftpd.log}}
· 15 15
idle_session_timeout , which will enable you to change the default value for
timing out an idle session . idle_session_timeout, yang akan memungkinkan Anda
untuk mengubah nilai default untuk kehabisan waktu sesi menganggur.
Allowed values: Numeric Allowed nilai: Numeric
Default value: 300 Nilai default: 300
· 16 16
data_connection_timeout , which enable you to change the default value for timing
out a data connection . data_connection_timeout, yang memungkinkan Anda untuk
mengubah nilai default untuk waktu keluar sambungan data.
Allowed values: Numeric Allowed nilai: Numeric
Default value: 300 Nilai default: 300
· 17 17
nopriv_user . nopriv_user. It is recommended that you define on your system a
unique user which the ftp server can use as a totally isolated and unprivileged
user. Disarankan agar Anda mendefinisikan pada sistem anda pengguna unik yang
server ftp dapat digunakan sebagai pengguna benar-benar terisolasi dan
unprivileged.
Allowed values: Username string Allowed nilai: Username string
Default value: nobody Nilai Default: tidak ada
· 18 18
ftpd_banner , which allows you to fully customize the login banner string .
ftpd_banner, yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan sepenuhnya string banner
login.
Allowed values: String Allowed nilai: String
Default value: none - default vsftpd banner is displayed Nilai Default: none -
default banner vsftpd ditampilkan
· 19 19
deny_email_enable and banned_email_file enable you to specify a file of
disallowed anonymous e-mail addresses . deny_email_enable dan banned_email_file
memungkinkan Anda untuk menentukan file dilarang alamat e-mail anonim.
Apparently useful for combating certain DOS attacks. Rupanya berguna untuk
memerangi serangan tertentu DOS.
Allowed values: File path string for banned_email_file and Boolean for
deny_email_enable Allowed nilai: File string path untuk banned_email_file dan
Boolean untuk deny_email_enable
Default value: NO for deny_email_enable and /etc/vsftpd.banned_emails for
banned_email_file Nilai Default: NO untuk deny_email_enable dan / etc /
vsftpd.banned_emails untuk banned_email_file
· 20 20
chroot_local_user , which allows you to restrict local users to their home directories
. chroot_local_user, yang memungkinkan Anda untuk membatasi user lokal untuk
direktori home mereka.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 21 21
chroot_list_enable and chroot_list_file . chroot_list_enable dan
chroot_list_file. You may specify an explicit list of local users to chroot()
to their home directory. Anda dapat menetapkan daftar eksplisit pengguna lokal
untuk chroot () untuk direktori rumah mereka. If chroot_local_user is YES, then
this list becomes a list of users to NOT chroot() . Jika chroot_local_user
adalah YA, maka daftar ini menjadi daftar pengguna untuk TIDAK chroot ().
Allowed values: File path string for chroot_list_file and Boolean for
chroot_list_enable Allowed nilai: File string path untuk chroot_list_file dan
Boolean untuk chroot_list_enable
Default value: NO for chroot_list_enable and /etc/vsftpd.chroot_list for
chroot_list_file Nilai Default: NO untuk chroot_list_enable dan / etc /
vsftpd.chroot_list untuk chroot_list_file
· 22 22
ls_recurse_enable , which enable you to activate the "-R" option to
the builtin ls . ls_recurse_enable, yang memungkinkan Anda untuk mengaktifkan
"-R" pilihan ke builtin ls. This is disabled by default to avoid
remote users being able to cause excessive I/O on large sites. Ini
dinonaktifkan secara default untuk menghindari pengguna remote yang berlebihan
dapat menyebabkan I / O di situs besar. However, some broken FTP clients such
as "ncftp" and "mirror" assume the presence of the "-R"
option, so there is a strong case for enabling it. Namun, beberapa FTP patah
klien seperti "ncftp" dan "cermin" menganggap kehadiran
opsi "-R", sehingga ada kasus yang kuat untuk memungkinkan hal itu.
Allowed values: Boolean Allowed nilai: Boolean
Default value: NO Nilai Default: NO
· 23 23
secure_chroot_dir . secure_chroot_dir. Some of vsftpd's settings don't fit the
Debian filesystem layout by default. Beberapa pengaturan vsftpd kita lakukan
tidak sesuai dengan tata letak sistem berkas Debian secara default. These
settings are more Debian-friendly. Pengaturan ini lebih Debian-friendly. This
option should be the name of a directory which is empty. Opsi ini harus
merupakan nama dari sebuah direktori yang kosong. Also, the directory should
not be writable by the ftp user. Juga, direktori tidak boleh ditulis oleh user
ftp. This directory is used as a secure chroot() jail at times vsftpd does not
require file system access. Direktori ini digunakan sebagai chroot yang aman ()
penjara pada waktu vsftpd tidak membutuhkan akses file system.
Allowed values: File path string Allowed nilai: File string path
Default value: /usr/share/empty Nilai default: / usr / share / kosong
· 24 24
pam_service_name , is the name of the PAM service vsftpd will use .
pam_service_name, adalah nama dari layanan PAM vsftpd akan digunakan.
Allowed values: string Allowed nilai: string
Default value: ftp Nilai default: ftp
· 25 25
rsa_cert_file , specifies the location of the RSA certificate to use for SSL
encrypted connections rsa_cert_file, menentukan lokasi sertifikat RSA digunakan
untuk sambungan terenkripsi SSL
Allowed values: File path string Allowed nilai: File string path
Default value: /usr/share/ssl/certs/vsftpd.pem Nilai default: / usr / share /
ssl / certs / vsftpd.pem
· 26 26
local_umask . local_umask. Default umask for local users is 077. Default umask
untuk pengguna lokal 077. You may wish to change this to 022, If your users
expect that (022 is used by most other ftpd's) Anda mungkin ingin mengubah ini
untuk 022, Jika Anda pengguna mengharapkan bahwa (022 digunakan oleh sebagian
besar ftpd lain)
Allowed values: Numeral Allowed nilai: angka
Default value: 077 Nilai default: 077
3) Restart aplikasi FTP Server
# /etc/init.d/vsftpd restart
* Stopping FTP server: vsftpd [ OK ]
* Starting FTP server: vsftpd [ OK ]
4) Buatlah user baru pada sistem dengan mengetik perintah adduser . Selanjutnya
lakukan pengecekan FTP Server dengan masuk pada layanan FTP, setelah sukses
dapat langsung keluar.
# adduser ftp2
Setelah menambhakan user, jika kita akan member hak akses penuh pada user
tersebut maka kita hari merubah mode user tersebut dengan cara
# chmod –R 777 /home/ftp2 (nama user)
Lalu setelah itu kita cek ftp
# ftp ftp.citrix1.com
Connected to ns.citrix1.com.
220 (vsFTPd 2.0.6)
Name (ftp.citrix1.com:ftp1): ftp1
331 Please specify the password.
Password:
230 Login successful.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp>
ftp> exit
221 Goodbye.
5) Lakukan pengecekan layanan FTP dari klien. Buka Web Browser, ketikan alamat
ftp://ftp.citrix1.com pada Address bar. Maka akan muncul jendela login pada
FTP. Masukan User name milik User yang terdapat pada sistem. Pada contoh
dimisalkan ftp1, sekaligus juga Password untuk user ftp1. Tekan Log on.
6) Maka tampilan akan dibawa pada jendela baru. Pada jendela ini terdapat
file-file pribadi milik user yang telah terdaftar dalam sistem. Lakukan
percobaan dengan membuat folder, kemudian menghapusnya. Cara ini untuk mengecek
mode write_enable=YES yang diatur pada file vsftpd.conf pada sistem. Apabila berhasil
membuat dan mengahapus folder berarti FTP Server telah berjalan sesuai
konfigurasi yang telah dilakukan.
7) Apabila aplikasi yang telah dikonfigurasi seperti contoh diatas, tetapi
tidak dapat berjalan sesuai konfigurasi, maka dibutuhkan pengecekan ulang atau
restart ulang aplikasi FTP. Layanan FTP pada Ubuntu-Server kadang kala kurang
stabil, maka dari itu dibutuhkan kecermatan dalam pembangunannya.
smoga bermanfaat yaaaaaaaa...
by hendra lubers